TEORI SOSIAL KONTEMPORER, SOSIOLOGI DAN TEORI SOSIOLOGI

            Situasi postmodern telah tiba dan membingungkan para intelektual, seniman dan penggagas-penggagas kebudayaan. Mereka semua terheran apakah mereka harus menaiki bandwagon dan menikmati karnaval atau berdiam diri di luar garis batas sampai mode baru lenyap dalam membingungkan kebiasaan budaya.

Kebanyakan teori sosiologi melakukan kesalahan atas apa yang di pahami oleh postmodern dengan pemisahan yang pura-pura akan yang “nyata” dari “teori”, dan juga perkembangan teori yang mengakui kehadiran sesuatu yang nyata itu menurut kenyakinan postmodern hanya bisa di kenali secara samar-samar dan interfretatif. Apa yang nyata tidak bisa di pisahkan dari penafsiran yang nyata, dan adalah mustahil menengahi konflik antara tafsiran-tafsiran itu. Teori sosiologi itu akan ada jika peristiwa sudah terjadi dan di gunakan untuk peristiwa yang sama di kemudian hari.

 

BEBERAPA DEFINISI POKOK

Sebelum kita berangkat untuk pemahaman tentang postmodern,kita harus memahami istilah sama yang ambiguiitas dengan postmodern yaitu.

Postmodernitas adalah, merujuk pada suatu epos-jangak waktu, zaman, masa-sosial dan politik yang biasanya terlihat mengiringi era modern dalam suatu pemahan historis. Postmodernisme, merujuk pada produk kultural (dalam seni, film, arsitektur, dan sebagainya) yang terlihat berbeda dari produk kultural yang modern. Teori sosial post modern, merujuk pada bentuk teori sosial yang berbeda dari teori sosial modern. Jadi ide postmodern meliputi suatu epos histori baru, produk kultal baru, dan tipe teoretisasi baru mengenai dunia sosial. Semua elemen postmodern tersebut tentu saja memiliki suatu prespektif yang baru dan pada tahun-tahun terkahir menjadi perbedaan ( secara sosial, kultural dan intelektual ). Yang mana perkembangan postmodern baru tersebut menjadi alternative untuk barangkali menggantikan realitas-realitas modern.

  1. Adanya kepercayaan luas bahwa era modernitas berakhir. Dan kita sudah masuk dalam epos sosial baru yaitu postmodernitas. Perang Lyndon Johnson terhadap kemiskinan pada tahun 1960-an merupakan cara khas yang di hubungakan dengan kepercayaan masyarakat modern bahwa mereka menemukan dan mengimplementasikan dengan modernitas terhadap masalah itu.  Ini dapat di jelaskan bahwa pada tahun 1970-an program semacam itu telah mulai kehilangan sokongan dan peralihan (transition) pada masyarakat Postmodern sedang berlangsung.
  2. Postmodern tidak dapat di pisahkan dari domain kultural ketika ia menguraikan produk Postmodern cenderung menggatikan produk modern. Contoh: menara kembar yang sangat rasional di New York dengan sesuatu yang sangat lucu , populis, ekletik, dan ciptakan arsitek Postmodern yang nonrasional.
  3. langsung berhubungan dengan kita di sini, adalah kemunculan teori sosial postmodern dan perbedaan dengan teori modern.  Teori modern cenderung lebih absolut, rasional, dan menerima posibilitas penemuan kebenaran. Sebaliknya teori postmodern cenderung menjadi relatifistik dan terbuka kemungkinan irrasional.

 

APAKAH TEORI SOSIAL POSTMODERN ITU?

 

Pauline Resenau (1992), dian mendefinisikan postmodern secara gamblang dalam istila yang berlawanan

  1. Postmodernisme merupakan kritik atas masyarakat modern dan kegagalannya memenuhi janji-janjinya. Karena peristiwa yang mengerikan selama abad ke duapuluh Postmodern menanyakan bagaimana setiap orang dapat percaya bahwa modernitas telah membawa kemajuan dan harapan bagi masa depan yang lebih cerah. Karenanya Postmodern cenderung mengkritik segala sesuatu yang disosiasikan dengan modernitas. kumulasi pengalaman peradaban barat adalah industrialisasi, urbanisasi, kemajuan teknologi, Negara bangsa, kehidupan dalam “jalur cepat”. Namun mereka meragukan prioritas-prioritas modern seperti karier, jabatan, tanggung jawab personal, birokrasi, demokrasi liberal, toleransi, humanisme, egalitarianisme, penelitian objektif, criteria evaluasi, prosedur netral, peraturan impersonal dan rasionalitas”
  2. Teoritisi Postmodern cenderung menolak apa yang biasanya dikenal denga pandangan dunia, metanarasi, totalitas dan sebagainya.
  3. Postmodern cenderung mengbot-gemborkan fonemena besar pramodren seperti emosi, perasaan, intuisi, refleksi, spekulasi, pengalaman personal, kebiasaan, metafisika, tradisi, kosmologi, magis, mitos, sentiment keagamaan, dan pengalaman mistik.
  4. Postmodern menolak kecendrungan modern yang meletakkan batas-batas antara hal-hal tertentu. Seperti disiplin akademis, budaya dan kehidupan, fiksi dan teori, image dan realitas,
  5. banyak postmodernis menolak gaya diskursus akademis modern yang teliti dan bernalar.

Resenau (1992) teoritis Postmodern menawarkan intermediasi dari determinasi, perbedaan dari pada persatuan, perbadaan dari pada sintesis dan kompleksitas dari pada simplikasi.

 

KELEMAHAN SOSIOLOGI DAN TEORI SOSIOLOGI

  1. bayak sosiologi tidak sabar dengan kegagalan keilmuan mereka terutama yang berhubungan dengan kenyakinan hasil yang menjanjikan.
  2. meningkatnya kesadaran bahwa ilmu yang telah di ciptakan sangat response pada kebutuhan kekuasaan dan cenderung mendukung posisi mereka di tengah masyarakat.
  3. meningkatkan penelitian yang menunjukkan ketidaksesuaian yang sangat besar antara penerapan cara ilmu seperti yang di harapkan dan cara sebenarnya berfungsi.
  4. keberlanjutan bahkan termaksuk percepatan persoalan sosial yang banyak yang semangkin jelas bahwa ilmu pengetahuan bukanlah jawabanya.
  5. ilmu pengetahuan memberikan sedikit atau tidak sama sekali pertanyaan-pertanyaan normative atau etik atau pertanyaan apa yang seharusnya dilakukan.

Senada dengan di atas, fuchs dan ward mengatakan bahwa sosiologi merupakan salah satu bidang yang kajian yang pada hal-hal tertentu yang lemah terhadap kritik Postmodern karena sosiologi berparadigma ganda.

Seidman (1991) mengasosiasikan teori sosiologi dengan modernitas dan menghubungkannya dengan sejumlah karakteristik modern, khususnya saintisme, fondasionalisme, totalitasi, esensialisem, dan kepicikannya yang mudah di serang olee teoritisi  sosial Postmodern. Mari kita lihat masing-masing secara singkat.

  1. teori sosiologi di tuduh sebagai saintisme. Karena itulah, sebagian besar teoritisi sosiologi mempercayai ide inoversal, jika tidak hokum-hukum sosial. ,mereka menyepakati suatu pandangan bahwa ada akumulasi kandungan ilmu pengetahuan teoritis dan tugas praktisi kontemporer yang salah satunya adalah untuk menambah kandungan ilmu pengetahuan.
  2. sosiologi dimengerti sebagai fondasional, fondasionalisme mencari garis pedoman dasar untuk tingkah laku sosial dan analisis sosial dalam sebuah fondasi filosofi yang kuat.
  3. teori sosiologi cenderung menyepakati sebuah totalitas pandangan dunia. Bagi Seidmanini berarti mencari cakupan totalisasi kerangka konseptual yang akan menjadi kebenaran di mana dan kapan saja.
  4. teori-teori sosiologi dianggap sebagai esensialis, oleh sebab itu mereka cenderung melihat manusia sebagai orang yang memiliki karakteristik dasar, rapi, dan tidak berubah. Fenomena di pandang sebagai expresi esensi-esensi ketimbang sebagai sebuah produk kodisi sosial tertentu.
  5. akhirnya teori sosiologi di pandang seperti sesuatu yang asing, karenanya yang terlibat dengan persoalan-persoalan tersebut hanyalah teoritisi sosiologi dalam arti lain teori sosiologi makin menjadi metateoritis disebabkan oleh titik pusat dan perselisihannya.

 

Seidman juga menerankan bahwa kebanyakan sejarah teori sosial dan sosiologi saling berkaitan. Contoh, Durkheim menerapkan sebagian besar teori sosial dalam The Division Of Labor in Society, dan teori sosiologi dalam The Rule Of Sociological Method. Tetapi, dalam tahun-tahun terakhir khusunya setelah perang dunia ke II , teori sosial di turunkan nilainya oleh sosiolog mainstream, karena antar lain persoalan ideologis dan persoalan yang tidak ilmiah. Akibatnya teorui sosilogi terpengaruh yang memiliki tingkat konsekuensi yang tidak menguntungkan.  Bagaimanapun, teori sosial tidak akan menjadi teori sosial besar (grand social theory) Durkheim dan Marx, tetapi cukup menjadi teori local dan etnosentris. tidak ada yang bisa menjadi teori-teori sosial besar karena para teoritis tidak bisa dielakan melekat dalam kaeadaan sosial yang khas. Di sini juga di sebutkan bahwa jika teori sosiologi ingin tehindar dari penciptaan mitos, mereka perlu menciptakan teori-teori yang di batasi masa waktu dan tempat.

 

MAKLUMAT TEORI SOSIAL POSTMODERN DALAM SOSIOLOGI

Kenyataannya, teori sosial Postmodern. Setidak-tidaknya beberapa hal, merupakan bagian tradisi sosiologi klasik (Kontemporer), salah satu contohnya, kajian reinterpretasi Georg Simmel terbaru yang berjudul Postmodern. Weinstein dan Weinstein mengakui ada persoalan besar yang di ciptakan Simmel sebagai seorang modernis radikal. Dia menawarkan sebuah narasi ijektif atau “tragedi budaya”. Tetapi Weinstein dan Weinstein juga membantah bahwa sebuah persoalan yang sama besar bisa di ciptakan Simmel ketika dia berposisi sebagai seorang Postmodern.

Apa alasan singkat Weinstein dan Weinstein membela pandangan Simmel sebagai seorang Postmodern? Adalah untuk satu hal bahwa Simmel menentang, totalisasi: tentu saja dia menolak de-totalisasi modernitas. Walaupun, satu sisi dari teori “tragedi kultural”, Simmel merupakan seorang essays dan pendongeng, namun dia mengupas berbagai macam persoalan khusus ketimbang membahas persoalan totalitas dunia sosial. Weinstein dan Weinstein mengganggap Simmel di gambarkan seperti seorang sosiolog yang membuang-buang waktunya hanya untuk menganalisis fenomena sosial yang sangat luas. Dia tertarik dengan kualitas estetis segala hal yang “merangsang, menggugah, menyenangkan dan menggembirakannya” pandangan ini menjauhkan Simmel dari pandangan totalitas dunia dan lebih menitik beratkan pada bagian-bagian dunia yang khas, namun penting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s