MAKALAH KEPEMIMPINAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup tentulah harus di jaga. Hidup yang teratur adalah impian dari setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.

Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling tinggi di banding mahkluk lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan berfikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kemampuan manusia itu lah manusia seharusnya mampu mengolah lingkungan dengan  baik. Namun, tidak hanya lingkungan yang harus di kelola dengan baik. Untuk itulah di butuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Terutama dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah di tuntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

1.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain:

  1. apa yang di maksud dengan kepemimpinan ( pemimpin)?
  2. bagaimana seharusnya menjadi pemimpin?
  3. adakah teori-teori untuk memimpin?
  4. bagaimana ruang lingkup manajemen kepemimpinan?
  5. studi kasus tentang kepemimpinan

1.3  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan makalah ini antara lain:

  1. melatih penulis bagaimana cara membuat makalah dengan baik
  2. agar penulis sendiri lebih memahami pokok bahasan “kepemimpinan” dalam mata kuliah azas-azas manajemen.

1.4  Metode Penulisan

Dari banyak metode penulisan yang penulis ketahui. Penulis menggunakan metode kepustakaan. Kemudian penulis juga menggunakan internet dalam mencari bahan-bahan yang berhubungan dengan pokok bahasan. Karena penulis menganggap dengan cara ini lebih efisien tidak terlalu menyulitkan penulis.

1.5  Ruang lingkup

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan penulis sendiri maka makalah ini terbatas pada pembahasan mengenai pemimpin melayani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

            Definisi Kepemimpinan

Dalam buku-Nya winardi yang berjudul “Azas-Azas Manajemen” menjelaskan bahwa Kepemimpinan adalah hubungan dimana satu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerja sama secara sukarela dalam usaha memperkerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang di inginkan oleh pemimpin tersebut. (winardi,1983:327).

Sedangkan menurut Soerjono Soekanto kepemimpinan adalah kemampuan seseorang ( yaitu pamimpin atau leader) untuk mempengaruhi orang lain ( yaitu yang di pimpin atau pengikut-pengikutnya). Sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana di kehendaki oleh pemimpin tersebut. (soekanto,1990:318).Dalam kedua definisi tersebut memiliki makna yang sama yaitu bahwa memimpin itu berhubungan dengan satu orang yang mempengaruhi fihak lain di dalam kelompok yang di pimpinnya.

            Pemimpin

Seorang pemimpin mempunyai sebuah misi atau tujuan yang ingin dicapainya. namun, tidak ambisius mendorong. Maksudnya pemimpin  menarik pengikutnya hingga mencapai tingkat-tingkat prestasi yang menurut anggapan mereka semula tidak mungkin dilakukan. Seorang memiliki kemampuan untuk membangkitkan kekuatan-kekuatan emosional maupun rasional pada para pengkutnya. Sebenarnya kepemimpinan bersifat lebih emosional dari pada intelektual atau rasional. (winardi,1983:329).

Perhatikan keterangan berikut yang menunjukkan praktek-praktek kepemimpinan dan non-kepemimpinan.

No

Seorang pemimpin

Seorang bukan pemimpin

1

Memberikan inspirasi kepada para pengkutnya

Memaksa para pengkutnya

2

Menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan pengkutnya

Menyelesaikan pekerjaan dengan jalan mengorbankan para pengkutnya

3

Menunjukan kepada pengikut bagaimana cara melaksanakan pekerjaan.

Menanamkan perasaan takut pada pihak pengikut melalui ancaman-ancaman dan paksaan-paksaan

4

Menerima tanggung jawab

Menghindari tanggung jawab

5

Memperbaiki kegagalan dalam mencapai tujuan

Menyatakan bahwa kesalahan terletak pada orang lain apabila tejadi kegagalan dalam mencapai tujuan.

Dalam tabel di atas telah di jelaskan mana yang merupakan pemimpin dan mana yang bukan pemimpin. Ada suatu pertanyaan: apa-apa saja yang harus di lakukan seorang pemimpin? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita melihat ke halaman winardi,19983: 335). Ada aneka macam jawaban atas pertanyaan di atas. Kepemimpinan merupakan fenomin yang komfleks dan untuk itu tidak ada resep-resep khusus harus di ikuti. Sekalipun ada banyak factor yang mempengaruhi kepemimpinan. Di sini di haruskan membahas tiga faktor saja yaitu:

1.keterlibatan

meliputi kemampuan bukan saja mendalami diri sendiri tetapi juga para pengikutnya (anggota).

2.motivasi tinggi

hampir tanpa terkecuali, seorang pemimpin memiliki keinginan kuat untuk menghasilkan prestasi-prestasi. Untuk itu dia harus memotivasi dirinya sendiri dan para anggotanya agar tujuan yang terencana dapat tercapai. Kualitas-kualitas umum seorang pemimpin yaitu:

 

  • realistis
  • tegas dalam mengambil keputusan
  • banyak akal
  • dapat mengambil inisiatif
  • emosional stabil
  • merupakan seorang komunikator yang terampil
  • percaya pada diri sendiri
  • partisifatif dalam bidang sosial

3.sifat-sifat manusia yang positif

menganggap masalah yang ada dalam lingkungan kerja sebagai suatu tantangan bukan suatu masalah yang tidak memiliki penyelesaian an. Kemudian fikiran-Nya terbuka untuk menerima saran dan ide.

            Teori Tentang Kepemimpinan

Dewasa ini terdapat macam-macam teori tentang kepemimpinan. Didalamnya termaksuk perbedaan-perbedaan dalam pendapat, metodolgi-metodologi keterangn dan kesimpulan-kesimpulan. Ada saja orang yang pro dan kontra terhadap teori tersebut. Berikut ini adalah teori-teorinya.

    1. teori keadaan

teori ini menerangkan bawha harus terdapat cukup banyak fleksibilitas dalam kepemimpinan hingga dapat menyesuaikan diri dengan situasi-situasi yang berbeda-beda. Kepemimpinan bersifat multidimensional. Pada teori ini kepemimpinan terdiri dari : pemimpin, para anggota, organisasi dan pengaruh-pengaruh social, ekonomi dan politik.

    1. teori kelakuan pribadi

kepemimpinan dapat pula dipelajari atas dasar kualitas pribadi atau pola kelakuan para pemimpin. Teori ini menekankan apa yang dilakukan oleh pemimpin yang bersangkutan dalam hal memimpin. Salah satu sumbangsih dalam teori ini adalah bahwa seorang pemimpin tidak berkelakuan sama atau pun melakukan tindakan-tindakan sama dalam setiap situasi yang di hadapi.

    1. teori supportif

disini pihak pemimpin mengambil sikap bahwa para pengikut ingin melaksanakan usaha mereka sebaik-baiknya dan memimpin mereka sebaik-baiknya dilakukan dengan jalan mensupport (membantu) usaha-usaha para pengikutnya. dalam hal ini pemimpin di tuntut untuk menciptakan suatu lingkungan kerja yang membantu merangsang keinginan setiap pengikutnya untuk melaksanakan usaha sebaik-baiknya menurut kapasitas masing-masing, bekerja sama dengan pihak lain serta mengembangkan keterampilan dan kemampuan sendiri.

    1. teori sosiologis

pada teori ini, kepemimpinan di anggap terdiri dari usaha-usaha kerja yang,

  • membantu aktivitas-aktivitas para pengkutnya dan
  • berusaha untuk menyelesaikan tujuan-tujuan dimana para pengikut turut berpartisipasi dalam bidang pembuatan arah yang seringkali diperlukan oleh para pengikut

pemimpin menetapkan tujuan-tujuan dimana para pengikut turut berpartisipasi dalam bidang pembuatan keputusan akhir. Identifikasi tujuan memberikan arah yang sering kali diperlukan oleh para pengikut.

    1. teori psikologis

teori ini menyatakan bahwa fungsi pokok seorang pemimpin adalah mengembangkan system motivasi yang terbaik. Pemimpin menstimulir bawahannya untuk membantu pencapaian sasaran-sasaran organisator maupun untuk memuaskan tujuan-tujuan pribadi mereka sendiri. Kepemimpinan yang memotivasi sangat memperhatikan sifat-sifat bawahanya seperti misalnya: pengakua, kepastian emosional dan kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan orang.

    1. teori otokratis

kepemimpinan berdasarkan teori ini menekankan perintah-perintah, paksaan-paksaan dan tindakan-tindakan yang agak arbiter pada hubungan kepemimpinan yang bersangkutan dengan pihak bawahan. Pemimpin disini cenderung memusatkan perhatiannya terhadap pekerjaan. Ia mengadakan superpvisi ketat agar pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan tencana-rencana yang telah di buat.

            Manajemen kepemimpinan

Kepemimpinan lebih diarahkan kepada kelompok-kelompok kerja yang memiliki tugas atau fungsi masing-masing, tidak memfokus kepada individu. Hal ini akan berakibat tumbuh berkembangnya kerjasama dalam kelompok-kelompok. Motivasi individu akan menjadi tugas semua orang dalam kelompok, jadi kelompok kerja menjadi sumber motivasi bagi setiap anggota dalam kelompok. Karena pimpinan selalu menilai kinerja kelompok, bukan individu, maka masing-masing kelompok akan berusaha memacu kerjasama yang sebaik-baiknya, kalau perlu dengan menarik-narik teman sekelompoknya yang kurang benar kerjanya. Berikut ini yang harus di lakukan seorang manajer:

 

  • Manajer, tidak selalu membuat keputusan sendiri dalam segala hal, tetapi hanya melakukannya dalam hal-hal yang akan lebih baik kalau dia yang memutuskannya. Sisanya diserahkan wewenangnya kepada kelompok-kelompok yang ada di bawah pengawasannya. Hal ini dilakukan terutama untuk hal-hal yang menyangkut cara melaksanakan pekerjaan secara teknis. Orang-orang yang ada dalam kelompok-kelompok kerja yang sudah mendapatkan pelatihan dan sehari-hari melakukan pekerjaan itulah yang lebih tahu bagaimana melakukan pekerjaan dan karenanya menjadi lebih kompeten untuk membuat keputusan dari pada sang pimpinan.
  • Manajer, selalu mendambakan pembaharuan, sebab dia tahu bahwa hanya dengan pembaharuan akan dapat dihasilkan mutu yang lebih baik. Oleh karena itu dia harus selalu mendorong semua orang dalam organisasi-nya untuk berani melakukan inovasi-inovasi, baik itu menyangkut cara kerja maupun barang dan jasa yang dihasilkan. Tentu semua itu dilakukan melalui proses uji coba dan evaluasi secara ketat sebelum diadopsi secara luas dalam organisasi. Sebaliknya seorang pimpinan tidak sepatutnya mempertahankan kebiasaan-kebiasaan kerja lama yang sudah terbukti tidak menghasilkan mutu seperti yang diharapkan olah organisasi maupun oleh para pelanggannya.
  • Manajer, selalu bertindak proaktif yang bersifat preventif dan an-tisipatif. Pemimpin Manajemen tidak hanya bertindak reaktif yang mulai mengambil tindakan bila sudah terjadi masalah. Pimpinan yang proaktif selalu bertindak untuk mencegah munculnya masalah dan kesulitan di masa yang akan datang. Setiap rencana tindakan sudah difikirkan akibat dan konsekuensi yang bakal muncul, dan kemudian difikirkan bagaimana cara untuk mengeliminasi hal-hal yang bersifat negatif atau sekurang berusaha meminimalkannya. Dengan demikian kehidupan organisasi selalu dalam pengendalian pimpinan dalam arti semua sudah dapat diperhitungkan sebelumnya, dan bukannya memungkinkan munculnya masalah-masalah secara mengejutkan dan menimbulkan kepanikan dalam organisasi. Tindakan yang reaktif biasanya sudah terlambat atau setidaknya sudah sempat menimbulkan kerugian atau akibat negatif lainnya.
  • Manjer, tidak berusaha memusatkan kepemimpinan pada dirinya, tetapi akan menyebarkan kepemimpinan itu pada orang-orang lain, dan hanya menyisakan pada dirinya yang memang harus dipegang oleh seorang pimpinan. Kepemimpinan yang dimaksudkan adalah pengambilan keputusan dan pengaruh pada orang lain. Pengambilan tentang kebijaksanaan organisasi tetap ditangan pimpinan-atas, dan lainnya yang bersifat operasional atau bersifat teknis disebarkan kepada orang-orang lain sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Dalam banyak hal bahkan pengambilan keputusan itu diserahkan kepada tim atau kelompok kerja tertentu. 

 

BAB III

BAGIAN STUDI KASUS

3.1 Biografi Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati atau biasa disingkat SMI lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962. Sebelum menjabat Menteri Keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani ditunjuk menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pada tahun 2010, Sri Mulyani menjadi tokoh yang hangat diperbincangan   berkaitan dengan kasus Bank Century. Di tengah penyelidikan terhadap Sri Mulyani tiba-tiba saja Bank Dunia menunjuknya sebagai Direktur Pelaksana di Bank Dunia. Sri Mulyani menjadi satu-satunya perempuan pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang membawahi 70 lebih negara. (Sumber:Berirama.com, Wikipedia)

Pendidikan

  • Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta. (1981 – 1986)
  • Master of Science of Policy Economics di University of Illinois Urbana Champaign, USA (1988 – 1990)
  • Ph.D. of Economics di University of Illinois Urbana Champaign, USA (1990-1992)

3.2. Kepemimpinan Sri Mulyani

3.2.1. Reformasi Birokrasi

Reformasi birokrasi adalah salah satu hal penting yang dijalankan oleh Sri Mulyani selama masa jabatannya di kementerian keuangan.  Saat pelantikan menteri keuangan pengganti SMI, Presiden SBY menyatakan salah satu tugas menteri keuangan yang baru adalah  meneruskan reformasi perpajakan dan bea cukai yang telah dimulai oleh SMI (Antara News.com, 20 Mei 2010). Agus Martowarjono, Menteri Keuangan penggantinya menyatakan bahwa “SMI telah membangun landasan sistem yang kuat di Kementerian Keuangan dan lingkungannya, dan akan meneruskan apa yang telah dilakukan oleh SMI”.

SMI berhasil mencatat beberapa prestasi penting di bidang pembangunan ekonomi dan good governance. Salah satunya ialah keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi di Departemen Keuangan melalui terbentuknya transparansi dan akuntabilitas di internal departemen, upaya itu sekaligus dapat menjadi landasan untuk membuat kebijakan fiskal yang lebih baik di masa depan. SMI  juga berhasil meningkatkan penerimaan negara dari pajak selama kepemimpinannya. Keberhasilan Direktorat Jenderal Pajak menambah jumlah pemegang nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan kebijakan sunset policy diyakini juga tidak terlepas dari perannya. Mulai diberikannya insentif fiskal bagi beberapa sektor dan komoditas yang berpotensi ekspor ataupun menyerap tenaga kerja, adalah hasil penting lain yang dihasilkan dalam rangka menjadikan pajak sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. SMI juga berkomitmen dalam upaya pembangunan keuangan daerah melalui desentralisasi fiskal dan juga bisa bersikap tegas ketika ada daerah yang terlambat membelanjakan anggaran.  Pada 2007, Depkeu mulai menerapkan sanksi pada daerah-daerah yang kurang disiplin dalam mengelola APBD, seperti keterlambatan penetapan APBD ataupun kegagalan dalam mengelola DAK. (Blog Detik.com, 17 Agustus 2009)

Kepemimpinan Sri Mulyani tak hanya diakui di tingkat kementerian keuangan yang dipimpinnya dan di tingkat nasional. Sosoknya juga cemerlang di kancah internasional. Pengaruhnya sangat besar dalam sejumlah forum ekonomi baik dengan negara-negara maju maupun sesama negara berkembang, misalnya, dalam forum G-20.  Ada beberapa forum dalam lingkup G-20 yang merupakan hasil inisiatif Indonesia dan didorong oleh prakarsa Sri Mulyani, seperti forum Bali Dialogue of Climate Change.

Para pegawai yang bekerja bersama SMI menyatakan bahwa dia adalah orang yang tegas dan disiplin, rasional tapi juga tulus.  SMI dengan tegas, berani mereformasi seluruh struktur keoorganisasian yang menjadi inti unit kerja di kementerian keuangan dan   membuat banyak terobosan dalam kebijakan serta berani mengambil risiko yang tinggi, misalnya keputusan menyelamatkan Bank Century (Vivanews, 5 Mei 2010).  Sri Mulyani dinilai mampu menggawangi perekonomian Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia hingga mampu melampaui krisis. “Di dalam pengelolaan ekonomi, Indonesia diakui mengalami banyak kemajuan, baik itu ekonomi makro maupun dari sektor riil. Baik dari indikator-indikator yang mudah dilihat maupun yang relative susah dilihat, seperti masalah confident dan persepsi,” kata Sri Mulyani. “Dan diakui, penyumbang terbesar dari kemajuan itu adalah dari Kementerian Keuangan,” tambahnya lagi.

Menurut Bisnis.com, 5 Mei 2010, kalangan ekonom menilai pengunduran diri  SMI  sebagai Menteri Keuangan menyusul posisi barunya sebagai pejabat tinggi di Bank Dunia merupakan solusi terbaik di tengah tekanan poltik mengenai kasus Bank Century, kerja keras SMI didukung oleh para pegawainya seperti yang mereka nyatakan dalam website Dirjen Perbendaharaan (21 Mei 2010), ingin tetap melanjutkan reformasi keuanganyang telah dimulai SMI. Dalam kebijakan fiskal di masa kepemimpinannya, di Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan reformasi jilid II dengan memperbaiki system data base, dengan melakukan intesifikasi dan ekstensifikasi dengan menggunakan based marking profiling, dan sisi governence tata kelola untuk mengurangi penyelewengan maupun tindakan-tindakan yang tidak baik dari fiskus maupun wajib pajak.    Di bidang perbendaharaan, sudah banyak reformasi yang dilakukan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sehingga akan ada percepatan treasury function, pelayanan yang baik mulai dari penggunaan anggaran, pengelolaannya dan juga reportingnya,

3.2.2. Prestasi Sri Mulyani

Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007, karena prestasinya yang meningkatkan cadangan devisa Indonesia terus  menembus level tertingginya US$ 50 miliar.  Pada 2008 bahkan cadangan devisa Indonesia sudah menembus US$ 60 miliar. Forbes juga menilai, investasi asing terus menanjak setelah kepemimpinan SMI di Departemen Keuangan yang  dinilai gigih memberantas korupsi di birokrasi, menciptakan insentif pajak dan mempermudah UU. Gelar dari Forbes ini sekaligus melengkapi berbagai gelar sebelumnya. SMI pada Maret 2008 juga dinobatkan sebagai tokoh paling berpengaruh di Asia oleh Singapore Institute of International Affair (SIIA). (Topix.com, 2 September 2008)

3.3. Dukungan Terhadap Sri Mulyani Capres 2014

Banyak dukungan diberikan kepada SMI, salah satunya pada awal Oktober 2010, Persatuan Pembangunan (PPP) memberikan sinyalemen dukungan pada pencalonan Sri Mulyani Indrawati menjadi Presiden pada 2014, mengingat SMI memiliki kemampuan, intelektual, dan kepribadian yang baik sehingga layak dipertimbangkan dan diperhitungkan semua partai politik (parpol). Ketua Umum PPP Suryadarma Ali, menyatakan, peluang Sri Mulyani untuk maju menjadi capres 2014 cukup besar. (Republika.co.id, 1 Oktober 2010). Salah satu pendukung SMI, Wimar Witoelar menyatakan “Suatu saat, SMI akan bergabung dengan kita semua, dan pada saat itu bisa katakan, bahwa yang disebutnya sebagai ongkos demokrasi mahal yang harus kita bayar, menjadi biaya investasi yang kembali dalam jumlah berlipat ganda. tugas kita kini adalah menjaga investasi agar demokrasi kita tumbuh subur dan seimbang. Masa terpenting adalah masa sekarang,”

Pada akhir November 2010, buku setebal 202 halaman yang berjudul “Mengapa Sri Mulyani” diluncurkan oleh para pendukung SMI di Jakarta. Buku tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tuduhan yang berkaitan dengan kasus Bank Century yang dialamatkan ke SMI dan Boediono tidak ada satupun yang dapat dibuktikan. “Tidak ada bukti sama sekali bahwa proses pengambilan kebijakan cacat hukum. Juga sama sekali tidak dapat dibuktikan bahwa segala langkah yang diambil dalam kebijakan itu ditujukan hanya untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu,” ungkap SMI dalam buku tersebut (Okezone.com, 27/11/2010). SMI akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan pada 2014 kalau citra sebagai orang terdizalimi, yang terpaksa pindah kerja ke luar negeri, bisa terus dikemas dengan baik, ditambah dengan kenyataan SMI juga  terkenal  sebagai pendukung reformasi sistem keuangan dan memiliki integritas yang baik. (Antara, 7 Mei 2010). Seperti yang pernah dikatakan SMI “Saya tetap berkeyakinan bahwa memegang teguh etika dan menjaga integritas, merupakan suatu syarat yang tidak boleh dikompromikan” (MetroTV News.com, 26 November 2010)

Situs http://www.srimulyani.net diluncurkan di Jakarta, Kamis (30/9/2010). Meski menggunakan namanya dan sebagai ikon situs, ini bukan situs pribadi  SMI, bahkan dia tidak terlibat dalam pembuatannya. Situs publik ini dibuat Perhimpunan Pendidikan Demokrasi atau P2D sebagai media untuk memajukan etika publik.  Menurut Todung Mulya Lubis, salah satu pengurus situs, tujuan pembuatan situs untuk memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika publik, tempat bagi prinsip utama etika publik berfungsi mencegah politik menjadi urusan personal.  Lebih lanjut Todung memaparkan, SMI layak dijadikan ikon etika publik karena ia telah dengan tegas menolak kekuasaan. Srimulyani.net diinspirasikan oleh integritas SMI yang dengan kukuh membela kepentingan publik dari rongrongan politik koruptif elite kekuasaan. “Mudah-mudahan situs ini bisa menjadi tempat pendidikan politik yang baik, bagaimana etika publik yang baik,” ungkap Ikrar Nusa Bhakti, Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI dalam kesempatan yang sama. (Kompas.com, 30 September 2010)

Selain itu dukungan terhadap SMI juga banyak dilakukan melalui dunia maya oleh para pendukungnya melalui situs-situs jejaring social seperti; facebook yang telah mencapai lebih dari 88 ribu orang, twitter dan blog-blog individu yang menyatakan bahwa mereka mempercayai integritas SMI dan mendukungnya untuk mencalonkan diri menjadi presiden pada putaran pemilihan 2014.

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat di ambil dari pembahasan tentang kepemimpinan di atas adalah:

  1. Pemimpin adalah seorang yang memiliki sinergi dalam hal memimpin. Ia mampu mengatur segala hal untuk mencapai tujuan.
  2. Banyak karakteristik yang harus di penuhi untuk menjadi pemimpin. Yaitu realistis, banyak akal, dapat mengambil inisiatif, emosional stabil, merupakan seorang komunikator yang terampil, percaya pada diri sendiri, partisifatif dalam bidang social.
  3. Banyak teori yang dapat di gunakan seorang pemimpin Dalam memimpin yaitu: teori keadaan, teori kelakuan pribadi, teori supportif, teori sosiologis, teori psikologis dan teori otokratis.
  4. Manajer dalam memimpin untuk mengambil keputusan dapat menggunakan ide-ide atau gagasan  para anggota untuk menyelesaikan problema yang ada.
  5. Study kasus yang di angkat penulis yaitu masalah BANK CENTURY  (kejadian tahun 2010) dan pemimpin publik (dari Indonesia) yang mempunyai ‘skill dan pengetahuan’ yang tinggi dan tidak diragukan dalam bidangnya untuk mengemban tugasnya serta menerima banyak penghargaan internasional atas prestasi-prestasinya; Sri Mulyani Indrawati. Dia juga mempunyai kualitas-kualitas kepemimpinan yang efektif dan telah menerapkan tipe kepemimpinan yang bersifat ‘transaksional’ dan ‘transformasional’ pada saat yang bersamaan.
  6. Akhirnya dari Sri Mulyani mengakhiri jabatan sebagai ketua Bappenas itu karena besarnya dorongan untuk menurunkan suhu politik yang memanas saat itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s